Copyright © 2017 Paket Wisata Dieng. All Rights Reserved

  • +6285-7292-55588
  • Wonosobo, Jawa Tengah 56351
 

Komplek Candi Arjuna Dieng

Komplek Candi Arjuna Dieng adalah peninggalan sejarah masa lampau yang harus dilestarikan hingga kini. Komplek Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu heritage kebudayaan Indonesia yang masih tersimpan dengan baik di tanah Dieng. Banyak orang mengagumi gaya arsitektur candi Dieng meskipun masih terlihat sederhan yang dipercaya sebagai candi tertua di pulau Jawa ini. Banyak dari kalangan wisatawan lokal ataupun wisatawan mancanegara berbondong-bondong mengunjungi dan menikmati area candi-candi kuno beraliran Hindu yang konon sebagai peninggalan kerajaan pada masa Dinasti Sanjaya yang dibangun pada permulaan abad ke 7. Kini Komplek Candi Arjuna Dieng yang memiliki nilai sejarah tinggi telah menjadi maskot wisata Dieng sebagai destinasi obyek wisata primadona di Dataran Tinggi Dieng yang tidak boleh terlewatkan dikunjungi bagi para pelancong yang sedang berlibur ke Dieng Plateau.

Komplek Candi Arjuna Dieng terletak sangat strategis yaitu tepat di area perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Secara geografis komplek Candi Arjuna Dieng termasuk kedalam pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang terletak di Desa Dieng Kulon kecamatan Batur. Area Komplek Candi Arjuna Dieng merupakan salah satu obyek wisata di Dataran Tinggi Dieng yang sangat mudah dijangkau oleh segala tipe wisatawan. Area wisata Komplek Candi Arjuna dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki, naik kendaraan umum atau naik kendaraan pribadi karena lokasinya berada di pusaran rumah-rumah penduduk Desa Dieng Kulon.

Di dalam area Komplek Candi Arjuna Dieng juga terdapat beberapa peninggalan-peninggalan kuno seperti saat memasuki area komplek candi Anda akan di sambut dengan komplek Dharmasala. Komplek Dharmasala terletak diantara jalan setapak menuju bangunan candi. Komplek Dharmasala merupakan salah satu peninggalan kuno berbentuk rumah. Rumah-rumah kuno ini kini hanya menyisakan bangunan pondasinya saja dan dinding serta atapnya tidak tampak lagi. Konon bangunan ini mirip seperti rumah panggung. Setelah melewati komplek Dharmasala dengan berjalan diantara pepohonan cemara nan rimbun baru Anda akan memasuki area komplek candi. Di Komplek Candi Arjuna terdapat 5 bangunan candi berukuran kecil berjumlah 5 buah yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra dan Candi Semar. Komplek Candi Arjuna ini juga tersohor dengan nama Candi Pandawa Lima. Nama-nama yang digunakan untuk menamakan candi kuno ini diambil dari nama tokoh cerita mahabarata akan tetapi untuk nama candi aslinya hingga kini belum ditemukan karena tidak ada prasasti yang menandakannya.

Candi-Candi yang ada di Komplek Candi Arjuna telah semuanya mengalami pemugaran akan tetapi bebatuan yang berdiri kokoh tersebut terdiri dari bebatuan asli hasil karya keringat nenek moyang Dieng. Batu-batu yang digunakan untuk membangun candi di Komplek Candi Arjuna berasal dari Gunung Pakuwojo yaitu sebuah pegunungan yang berada di sekitar Komplek Candi Arjuna Dieng. Tidak hanya mengagumi wisata sejarah berupa candi, banyak wisatawan yang terheran akan panorama alamnya karena areanya dikelilingi oleh perbukitan cantik nan mempesona dan area pertanian sayur mayur seperti kentang. Tidak sedikit para wisatawan yang sedang berkunjung di Komplek Candi Arjuna Dieng juga ikut berbaur dengan para petani lokal bahkan bisa ikut panen kentang.

Ada beberapa fenomena unik yang bisa disaksikan di area Komplek Candi Arjuna Dieng yaitu berupa silver sunrise dengan cahaya silver dikala sinar matahari muncul dari balik Gunung Prau. Tidak hanya itu dikala musim kemarau tiba, seluruh area Komplek Candi Arjuna bersuhu minus dan terkadang hingga -3 derajad celcius jadi udaranya sangatlah dingin serta embun pagi yang menempel didedaunan menjelma menjadi Kristal-kristal es atau sering disebut dengan salju Dieng bila penduduk lokal setempat menyebutnya Embun Upas. Tidak hanya wisata sejarah yang bisa didapatkan dan digali dari area peninggalan kuno di Komplek Candi Arjuna Dieng, pemandangan serta fenomena alam memukau juga muncul dari balik keunikan sejarah kuno Dieng ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *